Menanti kemerdekaan film dan animasi Indonesia

Catatan akhir tahun

Weleh 2 bulan (hampir 3 bulan malah) blog sekarat ini nganggur gak ada postingan. Maaf2... soalnya si tuan rumah sibuk banget (padahal aslinya males).wekeke. Ok mumpung masih tahun 2013 ane coba nulis dikit2... itung2 tulisan penutup taun.


Mas bro dan mbak sis yang baca judul artikel ini mungkin bertanya2, "maksudnya apa kemerdekaan film animasi Indonesia ?". "Emang animasi Indonesia di jajah oleh VOC ?". haha... santai dulu mas bro/mbak sis, silakan bikin kopi atau nyeduh ind*mie dulu sambil ane lanjutin tulisan ane.
Disini ane cuma mau curhat atau kasih opini dikit tentang perkembangan film di Indonesia. Terutama film CG dan animasi sesuai bidang profesi ane. Kalau ada yg gak sependapat ya monggo, toh ini cuma uneg2 ane pribadi selama ini.

Ok, mas bro dan mbak sis yang sering ngikuti perkembangan animasi dan film di Indonesia pasti tak asing lagi dengan film2 yang berjudul Bima Satria Garuda, Garuda Superhero (yang trailernya jadi hot topic di kalangan CG artist indonesia belakangan ini), Darah Garuda, Garuda di Dadaku dan film2 dengan garuda2 yang lain. Pertanyaan dibenak ane yaitu, kenapa sih selalu pake embel2 'Garuda' buat judul dan tokoh film padahal ane sendiri gak tau garuda itu hewan apa kalo di alam nyata (sama gak sih dengan elang ? atau rajawali IMHO). Secara gak langsung sebenernya icon negara kita, Garuda Pancasila, yang di desain 64 tahun silam itu turut mempengaruhi karya anak bangsa, mulai dari film, komik, dan lainnya. Setiap kali lihat karya seni pasti ada garudanya. Bahkan di film2 sinetron tontonan ibuk2 abis maghrib, si burung garuda juga sering dibikin (biasanya ditemeni sang naga) yang kualitasnya ...  aduh biyuhhh ... sak karepmu lah. Saking ngetrendnya si Garuda , setiap film / artwork yang baru keluar pasti ada si doi. Terus terang ane eneg mas bro.



Bukan cuma Garuda saja, tokoh2 pewayangan seperti Gatotkaca, Bima, Arjuna, Punakawan (Semar cs) juga jadi tokoh yang paling sering muncul dengan berbagai jenis aransemen dan modifikasinya, mulai dari bentuk mecha, superhero, gundam2an, dll. Dan yang paling bikin ane eneg terus terang adalah kelatahan para film maker yang selalu "memanfaatkan" trending topic buat film barunya. Biasanya kasus kaya' gini terjadi untuk film live action yang proses produksinya cenderung lebih cepet daripada film full CG. Semisal saja, waktu Indonesia lagi maraknya piala AFF tahun 2010, film2 yang bertema bola bertebaran baik film layar lebar maupun sinetron tv. Kemudian waktu film Habibie Ainun sukses menuai pujian jutaan penonton, muncullah film yang bertema sama mirip, sebut saja Soekarno, Jokowi, dll (mungkin nanti ada juga film berjudul Ahok, Gus Dur, SBY, Megawati, Prabowo, atau malah Sutikno ... heheh amin ya Alloh :). Waktu film tentang pocong sukses, lalu muncul pocong2 lainnya dalam berbagai judul yang nyleneh . Waktu salah satu stasiun tv sukses dengan kontes mencari bakat, yang lainnya ikut2an. Waktu mas2 dan mbak2 Korea yang cakep2 ngetrend jadi boyband dan girlband, lalu temen2 kita ikut2an, bahkan adik2 kita juga kena imbasnya ikut joget2 cacing kepanasan. Apakah masih ada yang anti mainstream ?? memang sih suka2 sang kreator mau pake nama apa aja. Mau garuda kek, gatotkaca kek, bima kek, naga kek, tekek kek.... terserah mereka. Tapi setidaknya sekali-kali bikin yang lebih fresh biar penikmat awam seperti saya gak eneg.

"Wah sok tau nih authornya, cuma bisa kritik doank, paling kalo disuruh bikin juga gak beda2 jauh". Mungkin ada sebagian pembaca sekalian yang berpikir demikian.. hehe sabar mas bro... silakan dilanjutin nyruput kopinya....tp gak apa2 kok, bebas aja wong namanya juga opini- tiap orang beda2. Ok ane sendiri terus terang mengakui bahwa menciptakan suatu karya yang otentik dan terutama bebas dari pengaruh referensi itu sangat susah... saaaaangat susah. Bahkan ane pun kalo gambar2 juga masih fan art dari tokoh2 game dan film favorit ane. Belum bisa menciptakan karakter baru seperti Tolkien yang mampu menciptakan dunia Midle Earth, Arthur Conan Doyle yang melahirkan Sherlock Holmes, Stanley yang membuat Spiderman dkk nya, atau Pak Suyadi yang menelurkan si Unyil. Tapi ane anggap semua itu sebagai proses belajar mas bro... suatu saat nanti ane juga berharap bisa seperti mereka, mampu menciptakan karya besar. Ane sangat berharap kelak bakal ada film Indonesia yang memang out of the box, bener2 orisinil, tanpa ada pengaruh trend , titipan sponsor, dan segala bentuk 'kelatahan' lainnya. Menyampaikan pesan moral pun juga tidak perlu terlalu kolot dan hati2 mentang2 ideologi kita Pancasila yang segala bentuk keramah tamahannya abis dibahas di PPKn waktu masih sekolah. Sedikit adegan nyentrik ane rasa tidak terlalu bermasalah, selama pesan moral kebaikan dari keseluruhan ceritanya lebih berat bobotnya. Lha wong film2 hollywood atau anime2 Jepang yang sering tembak2an, pukul2an, tusuk2an aja masih sering di tayangin di tv Indonesia kok, masa dulu ada film animasi si Kabayan yang dikritik abis2an cuma gara2 karena megang angklungnya kebalik, naik kendaraan gak pake helm. Padahal kalau mau dihargai dikit, film tersebut masih punya banyak potensi positif yang bisa di ambil. Toh kalau misal ada yang gak sesuai sama norma2 kan masih bisa di sensor. Apa gunanya kita punya lembaga sensor kalau gak dimanfaatin... ya tho ? Pernah juga di tempat kerja dulu, storyboardnya di revisi cuma karena ada adegan si bola kena kepala yang katanya tidak bagus buat pendidikan terus diganti kena perut aja biar gak keliatan sadis.... lhah ? sama aja pikir ane... Memang sih benar kita harus ikut melestarikan budaya nusantara yang mulai terkikis tapi coba lah kreatif sedikit. Pemirsa jaman sekarang ane rasa bukan orang yang bodoh, pesan cerita itu tidak harus "tersurat" dalam karya tapi bisa juga "tersirat" melalui elemen didalamnya. Kita tidak perlu menampilkan semuanya secara blak2an penonton juga akan tau. Biarkanlah penonton juga berlatih menganalisa. Jangan selamanya dituntun seperti anak kecil/orang lumpuh yang tak bisa apa2. Cobalah sedikit lebih antimainstream, liarkan fantasi , tidak harus cerita itu selamanya happy ending, bikin deh sekali2 si tokoh utamanya mati semua gitu heheh :D. oke gitu aja deh mas bro.... ternyata panjang juga ya uneg2 ane.... ok keep kreatif mas bro, dan Selamat Tahun Baru :)

- Arthur in the end of the year, 2013-

Comments

Popular Posts