TV khusus Jepang di Indonesia ? why not....
| img courtesy of http://sites.psu.edu |
Lha gimana nggak mas bro.. orang2 usia remaja saat ini di dominasi oleh kawan2 kita yang lahir tahun 1990an yang notabene jaman kecil tontonannya film animasi terutama anime dari Jepun. Meskipun jaman sudah update herannya TV swasta di negara kita justru setiap hari menyajikan tontonan yang bisa dibilang sasarannya hanya untuk orang2 edisi lama. Porsi untuk remaja sangat sedikit, kalaupun ada blas nggak mengena. Saya masih ingat dulu waktu usia sekolah, setiap hari Minggu dari pagi abis subuh sampe siang film anak-anak banyak di TV (hampir setiap stasiun TV bersaing menayangkan acara sejenis), tapi belakangan ini saya saksikan hari minggu justru acara gosip, musik panggung, FTV, masak masakan dan sejenisnya yang banyak. Gak tau deh adik2 kita sekarang kalo minggu masih nonton TV atau nggak, atau justru mereka jadi ikut2an nonton acara gosip (lebih tepatnya acara yg ngebahas kehidupan selebriti yang infonya gak penting banget). Pada akhirnya para fans anime dan acara Jepun larinya kembali ke laptop, nonton lewat internet. Atau bagi yang punya duit lebih bisa langganan TV kabel. Apa gak prihatin mas bro... ??
| img courtesy of Jurnalotaku |
Beberapa komentar yang masuk juga bisa dilihat kebanyakan para otaku (atau entah apalah sebutannya) yang hampir semua avatarnya pake gambar character anime, semua sangat menantikan program ini dan menudukung sepenuhnya. Mereka optimis bisa nonton anime favorit mereka, meskipun kita gak tau apa mungkin acara yang bakal ditayangkan mayoritas anime. Bisa jadi sinetron khas Jepang yang lebih banyak .... walah walah... lak yo sami mawon.
Yah apapun kenyataanya nanti, diharapkan hadirnya saluran ini nanti bisa dijadikan bahan perenungan dan referensi oleh para pemilik stasiun TV swasta untuk berbenah diri. Mereka kudu sadar bahwa pasar yang potensial ini juga siap rame2 hijrah jika mereka tidak mendapatkan produk hiburan yang dibutuhkan. Sekali ada pesaing yang mendapatkan pasar ini mungkin akan sangat sulit bagi mereka (TV swasta nasional) untuk merebutnya kembali.
Dari sisi produsen film lokal/filmmaker (termasuk studio animasi) juga diharapkan bisa lebih berhati2 dan pandai2 mengambil strategi, pasalnya dengan masuknya acara2 dan film dari Jepun (yang notabene kualitasnya tidak diragukan) maka bisa jadi persaingan akan semakin sulit. Jangankan ditonton, ada yang nyeponsori untuk produksinya aja belum tentu. Ujung-ujungnya negara kita hanya akan jadi tukang jahit atau parahnya cuma jadi konsumen yang cuma bisa bilang "wah apik yo... ". Syukur kalau cuma Jepang , coba kalau India dengan Bollywoodnya, Amerika dengan Hollywoodnya atau negara2 lain juga hadir di negara ini, wah kukut wis lapake (tutup dah lapak kita). Pemerintah juga kudu pintar mengambil pelajaran, pasalnya dengan hadirnya saluran ini nanti, satu hal yang paling ditakutkan adalah pudarnya kebudayaan nasional kita akibat masuknya budaya lain (meskipun saat ini emang sudah mulai pudar). Perlu diingat bahwa sekarang sudah tidak jamannya lagi perang politik lewat media masa, tapi seharusnya bagaimana mereka bisa menggunakan politik untuk menggerakkan Indonesia biar bisa bertarung ditengah persaingan global ini. Tentu saja pemerintah kudu sering melihat kebawah, dan mulai merealisasikan yang dibutuhkan masyarakatnya.Wah panjang juga ya mas bro. Saya pribadi bukanlah fans berat anime Jepang. Hanya suka sebagian aja terutama series Meitantei Conan serta film2 Studio Ghibli. Namun saya pribadi ikut mendukung program ini, alasannya seperti yang saya bilang tadi, kalo gak begini TV kita gak bakal belajar, ya kan ? mosok mau sampe tua nonton sinetron terus mas bro ? So kita tunggu aja kabar selanjutnya....

Comments
Post a Comment