Acting animation workflow (Part 2)

Pada tulisan saya yang sebelumya saya sudah menceritakan sedikit tentang planning animation. Apa itu video reference dan thumbnail. Kalau masih belum mengerti silakan dibuka lagi ... :D. Pada tulisan kali ini saya sudah memasuki fase blocking pass. Untuk karakter disini saya menggunakan Moom versi 4 yang dibuat oleh Ramtin. Berikut cuplikannya.




Blocking pass saya menggunakan metode pose to pose berdasarkan video referensi yang saya tonton. Keuntungan dari acting animation yang ada voice / audionya, kita bisa menentukan timing kapan pose itu harus hit. Ingat dalam fase ini saya hanya membuat pose2 utama dan belum bermain-main dengan ekspresi wajah, jari-jari tangan dan lain-lain. Salah seorang senior saya dulu pernah memberikan trik, bahwa dalam fase pose to pose kita tidak perlu memikirkan timingnya dulu. Buat saja dulu pose-posenya dari frame 1, frame 2, frame 3 dst. Nanti kalau kita sudah enjoy dengan pose yang kita bikin baru kita retiming. Cara ini sangat membantu apabila kita meng-animate scene yang panjang, katakanlah lebih dari 200 frame, dimana kita tidak perlu bolak balik menyeleksi keyframe di time slider yang areanya sempit. Namun terserah sih, soalnya tiap animator memiliki workflow dan cara kerjanya masing-masing :).

Selanjutnya saya tambahkan beberapa breakdown pose. Saya masih belum mengatur eye direction dan hal-hal lainnya, masih terfokus pada gerakan badan. Saya juga masih pakai stepped mode untuk interpolasinya.




Pada artikel yang selanjutnya saya akan melanjutkan ke fase splinning.

Comments

Popular Posts